Mampir ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta

keyogyakarta-Mampir ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta-1

Yogyakarta memiliki beberapa museum sebagai pilihan tempat koleksi-koleksi bersejarah selama kesultanan ini berdiri hingga sekarang. Berbagai peninggalan termasuk sebuah kereta yang pernah dipakai raja-raja terdahulu Keraton sekarang di museumkan untuk dijadikan saksi bisu dari perjuangan para Raja dan Sultan dalam mempertahankan Keraton ini seperti kereta-kereta para Raja dan Sultan.

keyogyakarta-Mampir ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta-1

Museum yang telah berdiri sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono VII ini memiliki berbagai kereta kuda yang umurnya mencapai ratusan tahun seperti kereta Kyai Jongwiyat dan kereta Kyai Puspoko Manik. Selain itu, ada pula kereta Mondro Juwolo, kereta kuda yang pernah dipakai oleh Pangeran Diponegoro. Kereta-kereta koleksi museum ini beberapa masih ada yang digunakan untuk kepentingan upacara-upacara kebesaran keraton.

keyogyakarta-Mampir ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta-3

Jika anda berkunjung ke museum kereta ini, anda akan disuguhkan beberapa bentuk kereta kuda kesultanan. Kereta-kereta disini dibedakan menjadi 3 macam. Pertama, kereta dengan atap terbuka dan memiliki roda empat. Kedua, kerta dengan atap terbuka dan memiliki roda dua, dan yang terakhir kerta dengan atap tertutup dan beroda empat.

Semua kereta di museum ini memiliki nama-nama tersendiri seperti Kereta Kyai Kuthakaharjo, Kereta Kyai Kapolitin, Kereta Kyai Kus Gading, Landower Kereta, Kereta Surabaya Landower, Wisman Landower Kereta, Kereta Kyai Puspoko Manik, Kereta Nyai Jimat, Kereta Kyai Garudayaksa, Kereta Jaladara, Kereta Kyai Ratapralaya, Kereta Kyai Jetayu, Kereta Kyai Wimanaputra, Kereta Kyai Jongwiyat, Kereta Kyai Harsunaba, Kereta Bedaya Permili, Kereta Kyai Manik Retno, dan Kereta Kyai Mondrojuwolo.

keyogyakarta-Mampir ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta-2

Kereta-kereta ini hanya keluar untuk dicuci atau lebih dikenal dengan istilah Jamasan. Jamasan dilakukan setiap tanggal 1 Suro atau 1 muharram pada penanggalan Islam. Pada waktu Jamasan, sekitar tempat dilakukannya ritual ini akan penuh dengan masyarakat yang ingin melihat atau ikut mengambil apapun bekas jamasan.

Dibaca 1222 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUpon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *