Cerita Perjalanan ke Yogyakarta

Cerita perjalanan ke Yogyakarta

Cerita perjalanan ke Yogyakarta memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan asing maupun lokal yang berkunjung kesana, suasana kota yang asri dan keramahan penduduknya membuat siapa saja yang pernah berkunjung pasti ingin segera kembali lagi kesana.

Yogyakarta merupakan daerah istimewa yang terletak di daerah jawa bagian tengah, keistimewaan Yogyakarta didapat karena Jogja merupakan kota yang juga menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Bahkan Jogja dahulu kala pernah dijadikan ibukota sementara saat Jakarta yang pada masa tersebut sedang mengalami kegentingan hingga presiden Soekarno berinisiatif memindahkan sementara ibukota ke Yogyakarta, disini pula terdapat Keraton Kesultanan Ngayogyakarto Hadiningrat. Keraton ini dipimpin oleh Sultan Hamengkubuwono I hingga yang ke X saat ini. Cerita perjalanan ke Yogyakarta kali ini bukan untuk membahas lebih jauh mengenai sejarah panjang kota ini, tetapi untuk berbagi sedikit pengalaman saat berkunjung ke Jogja.

Perjalanan ke Jogja

Perjalanan ke Yogyakarta sendiri dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi ataupun moda transportasi seperti bis, kereta api, ataupun menggunakan pesawat, tentu perjalanan yang terasa sangat panjang bisa kita rasakan bila mengendarai bis ataupun kendaraan pribadi. Lama perjalanan yang harus ditempuh yaitusekitar ± 12 jam, cerita perjalanan ke Yogyakarta pun menjadi lebih terkesan karena selama dalam perjalanan kita banyak melewati kota–kota kecil yang terletak di provinsi Jawa Tengah.

Cerita perjalanan ke Yogyakart-1

Di Jogja sendiri banyak terdapat penginapan dengan harga yang terjangkau dan terletak di pusat kota seperti Malioboro. Pesona jalan Malioboro begitu menarik setiap mata yang memandang, di setiap pinggir jalannya terdapat banyak penjual aneka makanan khas kota Jogja seperti Pecel, nasi angkringan, bakpia, hingga gudegnya yang terkenal. Selain makanan banyak juga terdapat para penjual oleh–oleh khas kota ini seperti kaos, aneka kerajinan tangan, aneka ragam batik, dan yang lain – lain. Di jalan Malioboro juga terdapat Pasar Beringharjo yang menjadi pusat penjualan batik dan kebutuhan lainnya, jadi jangan heran bila anda mencoba berkunjung ke dalam suasananya pasti terasa sangat ramai dan sesak oleh para pengunjung.

Karena harga yang ditawarkan rata–rata murah dan terjangkau membuat banyak orang pergi kesana.Cerita perjalanan ke Yogyakarta kita lanjutkan ke Benteng yang letaknya tidak jauh dari jalan Malioboro yaitu Benteng Vredeburg, benteng ini sendiri merupakan benteng buatan pemerintah Belanda pada masa penjajahan, bangunan ini kini dijadikan situs bangunan bersejarah dan dijadikan museum oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di seberang benteng ini pula terdapat istana kepresidenan yang dahulu kala merupakan gedung Gubernur Belanda yang berubah fungsi menjadi Istana Kepresidenan setelah Indonesia merdeka. Cerita perjalanan ke Yogyakarta kita lanjutkan ke Keraton Kesultanan yang terletak di alun–alun kota Jogja, disana kita akan dipandu oleh pemandu wisata yang mengetahui seluk–beluk sejarah keraton, di alun– alun juga terdapat dua buah pohon beringin kembar yang konon menurut mitos yang berkembang bisa mengabulkan keiniginan siapapun yang berhasil melewati pohon tersebut dalam keadaan mata tertutup.

Tidak lengkap cerita perjalanan ke Yogyakarta bila tidak mengunjungi situs bersejarah lainnya seperti Candi Prambanan yang terkenal dengan legenda Roro Jonggrangnya. Demikian kisah singkat perjalanan ke kota Jogja yang pasti membuat kita ingin kembali untuk menjelajahi kembali kota yang indah ini.

Dibaca 3060 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUpon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *