Mitos Di Yogyakarta Yang Membuat Anda Penasaran

Semua mengenal Yogyakarta sebagai kota budaya. Kebudayaan Yogyakarta sangat kental dan sering dinamakan dengan kejawen. Kentalnya kebudayaan ini sangat kuat dipengaruhi oleh adanya Kraton Yogyakarta. Berbagai ritual kerajaan masih sering dilakukan di lingkungan Kraton. Budaya kejawen juga banyak menghasilkan mitos karena dalam budaya ini masih mempercayai adanya makhluk gaib yang hidup bersama-sama dengan manusia dan bahkan bisa berinteraksi dengan manusia. Di Yogyakarta, banyak cerita mitos yang beredar terkait dengan suatu tempat atau kejadian.

Mitos di Yogyakarta yang paling terkenal jelas keberadaan Ratu Pantai Selatan atau yang lebih dikenal dengan Nyi Roro Kidul. Dia dianggap sebagai penguasa pantai selatan Jawa dan mempunyai kerajaan yang berpusat di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Pada bulan tertentu yang dikeramatkan, di Parangkusumo sering diadakan labuhan sebagai ritual untuk menghormati Nyi Roro Kidul. Cerita legenda mitos tentang ratu yang konon berparas sangat cantik ini juga berkaitan dengan Kraton Yogyakarta. Dalam setiap acara yang diadakan oleh Kraton, dia dipercaya pasti hadir di acara tersebut. Beberapa orang pernah sempat melihatnya.

mitos, mitos yogyakarta, cerita mitos

Mitos berikutnya yang berasal dari Yogyakarta adalah pulung gantung. Cerita ini berasal dari daerah Gunung Kidul, Yogyakarta dimana setiap ada pulung gantung, pasti ada orang meninggal dengan cara gantung diri. Pulung gantung berwujud sinar merah yang keluar dari permukaan bukit di wilayah ini dan meluncur menuju ke salah satu rumah warga. Orang-orang percaya bahwa rumah yang kejatuhan pulung gantung ini penghuninya akan meninggal dengan cara gantung diri pada hari berikutnya.

mitos, mitos yogyakarta, cerita mitos

Wilayah Yogyakarta juga menjadi salah satu mitos. Istilah garis imajiner telah dikenal oleh masyarakat Yogyakarta sejak dahulu, Garis imajiner ini adalah garis lurus yang menghubungkan pusat-pusat aktivitas makhluk gaib yang berhubungan dengan kerajaan Mataram jaman dahulu. Diawali dari paling utara adalah Gunung Merapi, kemudian Tugu Golong Gilig, Malioboro, Alun-Alun Utara, Kraton Yogyakarta, Plengkung Gading, Panggung Krapyak, dan berakhir di Pantai Selatan (Cepuri Parangkusumo). Sekarang terserah kepada Anda untuk mempercayainya atau tidak.

Dibaca 1371 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUpon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *