Candi Borobudur Dan Mitos-mitosnya

keyogyakarta

Sebagai warga Negara Indonesia seharusnya kita bangga karena menjadi salah satu Negara yang memiliki satu diantara 7 keajaiban dunia yang memang diakui juga oleh seluruh dunia. Keajaiban dunia yang dimiliki oleh Indonesia tentunya adalah Candi Borobudur yang ada di pulau jawa ini.

Kalau kita melancon ke kota Yogyakarta, destinasi yang seharusnya ada di dalam daftar objek wisata kita adalah Candi Borobudur ini. Kenapa? Karena dengan berkunjung ke Candi Borobudur, kita mendapatkan beberapa wisata, yaitu wisata alam, wisata sejarah, dan juga wisata budaya.

Dalam wisata budaya, terdapat banyak mitos-mitos yang beredar di kalangan masyarakat sekitar Candi Borobudur yang sampai saat ini masih ada yang mempercayainya.

Mitos yang paling terkenal adalah Kunto Bimo, yang artinya adalah bahwa arca yang terdapat di dalam stupa dapat mengabulkan permintaan siapa saja yang mampu menyentuhnya. Stupa yang dimaksud dalam mitos ini bukanah semua stupa yang terdapat di kawasan Candi Borobudur, melainkan stupa yang ada di sebelah kanan pada teras lingkaran yang pertama. Bagian yang disentuh untuk pria dan wanita pun berbeda, pria adalah posisi tangan atau mudra, sedangkan wanita pada telapak kaki arca nya.

keyogyakarta1

Selain mitos arca tadi, ada juga mitos Singa Urung yang menjadi sebutan untuk sepasang arca singa yang ada pada bagian kiri dan kanan ketika kita akan menaiki tangga Candi Borobudur. Mitosnya adalah jika ada sepasang kekasih yang lewat di antara kedua arca tersebut, hubungannya tidak akan sampai pada jenjang pernikahan. Urung dalam bahasa Jawa dapat diartikan gagal.

Mitos terakhir yang ada di Candi Borobudur ini adalahBukit Selatan Borobudur, di sebelah selatan Candi Borobudur ada perbukitan, nah kalau dilihat dari puncak candi maka deretan bukit itu seperti sosok manusia yang lagi tidurdengan kepaa di sebelah barat. Mitos atau kepercayaan masyarakat di kawasan Candi Borobudur tentang bukit itu adalah bahwa perbukitan tersebut merupakan jelmaan dari Gunadharma, yang disebut sebagai arsiteknya Candi Borobudur. Katanya dia sedang beristirahat setelah melakukan pembangunan Candi Borobudur yang memakan waktu 100 tahun tersebut.

keyogyakarta2

Dibaca 5016 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUpon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *