Asal Usul Mitos Ritual Bekakak di Yogyakarta

Asal Usul Mitos Ritual Bekakak di Yogyakarta

Ada tradisi unik yang dilakukan warga Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta setiap tahunnya yang bernama Ritual Bekakak. Ritual ini dilaksanakan dengan memotong Bekakak atau sejenis miniatur sepasang pengantin yang dibuat dari tepung beras. Ritual unik ini digelar pada hari Jumat di minggu ketiga pada bulan Sapar.

Ritual ini bermula dengan mitos Yogyakarta yang beredar yaitu cerita abdi dalem Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengku I) yang bernama Ki Wirosuroto saat Keraton Yogyakarta mulai dibangun. Kala itu para abdi dalem tinggal di pesanggarahan Ambarketawang, namun Ki Wirosuto lebih memilih untuk tinggal di gua yang ada di Gunung Gamping. Ki Wirosuto memilih tinggal di gua tersebut karena mengemban tugas menjaga Gunung Gamping tersebut.

Asal Usul Mitos Ritual Bekakak di Yogyakarta

Saat ketika sedang berada di gua Gunung Gamping Ambarketawang tiba-tiba musibah besar terjadi dan Gunung Gamping pun mengalami longsor. Jasad Ki Wirosuto pun tak pernah ditemukan. Masyarakat sekitar percaya bahwa arwah Ki Wirosuto masih berada di Gunung Gamping karena ia adalah seorang pertapa sakti. Kejadian aneh sering terjadi saat ada pekerjaan mengambil batu kapur di gunung ini berupa tanah longsor yang menelan banyak korban saat para pekerja sedang mengambil batu kapur.

Asal Usul Mitos Ritual Bekakak di Yogyakarta

Menurut mitos Yogyakarta, penunggu Gunung Gamping selalu meminta tumbal dua pasang pengantin setiap tahun dan kalau tidak dituruti masyarakat setempat akan terus mengalami musibah. Permintaan ini tentu membuat resah masyarakat hingga Raja Keraton Yogyakarta mendengar hal tersebut dan memutuskan untuk membuat Bekakak. Sepasang pengantin Bekakak dipersembahkan ke Gunung Ambarketawang, sedangkan satu pasang bekakak lagi ditempatkan di Gunung Keliling.

Asal Usul Mitos Ritual Bekakak di Yogyakarta

Setelah persembahan Bekakak dilaksanakan, masyarakat tidak lagi mengalami musibah saat berada di Gunung Gamping. Sampai saat ini Ritual Bekakak yang sarat mitos Yogyakarta ini terus dilaksanakan setiap tahunnya.

Dibaca 3010 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUpon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *