Category Archives: Makanan Khas Yogyakarta

keyogyakarta-Mie Rebus Kuah Susu

Mie Rebus Kuah Susu

Menyantap mie rebus dan mie goreng di sebuah warung memang terdengar sangat biasa ya. Nah, tak ada salahnya mencicipi kuliner mie yang unik di Yogyakarta ini. ini bukanlah mie yang disajikan biasa, namun disajikan dengan kuah susu yang bernama Mie Special dengan Kuah Susu. Agak aneh ya menu mie kuah susu ini? Tapi Kamu akan bisa merasakan kelezatannya. Rasa segar dan gurih menjadi satu rasa yang tak terungkapkan kelezatannya.

keyogyakarta-mencicipi nikmatnya soto sampah 2

Mencicipi Nikmatnya ‘Soto Sampah’?

Yogyakarta memang merupakan kota yang terkenal dengan makanan yang unik, aneh, namun rasanya yang sangat lezat. Banyak para pelancong yang tidak pernah ketinggalan untuk mencicipi setiap jajanan ketika berkunjung ke kota ini, Salah satunya Soto Sampah. Mendengar namanya tentu kita akan mengerenyitkan kening, dan membayangkan hal-hal yang tidak indah, bau, bekas, dan lain-lain. Namun tidak dengan jenis soto yang satu ini. Soto sampah merupakan salah satu jenis makanan terkenal karena kelezatan rasanya. Kenapa disebut ‘soto sampah’? Nama soto ini memang unik, disebut sampah karena soto ini menggunakan lemak sapi atau gajih sapi berbeda dari soto biasanya yang menggunakan daging sapi. Selain itu tampilan dari soto ini yang amburadul alias aca-acakan sekilas mirip dengan bentuk sisa-sisa makanan. Kol, tauge, dan bihun tersaji acak-acakan di atas piring yang disiram dengan kuah soto. 

keyogyakarta-The House of Raminten-Jajanan Angkringan Bernuansa Kafe-4

The House of Raminten, Jajanan Angkringan Bernuansa Kafe

Belum pas rasanya berkunjung ke Yogyakarta bila tidak mencicipi menu makanan angkringan. Ada banyak tempat di Yogyakarta yang menyajikan menu makanan angkringan. Umumnya, jajanan angkringan yang banyak kita temui berupa warung lesehan pinggir jalan dan hanya buka pada malam hari. Namun, ada satu tempat unik yang perlu masuk dalam daftar perjalanan kuliner yakni The House of Raminten. The House of Raminten adalah salah satu resto yang menyajikan makanan angkringan dengan suasana Budaya Jawa yang khas dalam sajian menu maupun interior ruangannya. Tetap menggunakan konsep lesehan namun lebih nyaman dan juga ada kursi-kursi rotan. Karena keunikan dari konsep resto ini, tidak heran jika Anda harus menunggu antrian (waiting list) karena resto yang buka 24 jam ini selalu dipenuhi oleh pengunjung.

keyogyakarta-Mencicipi  Lotek Teteg yogyakarta

Mencicipi Lotek Teteg

Tak jauh dari Stasiun Lempuyangan terdapat Warung Lotek Teteg yang selalu dipenuhi pelanggannya. Tiba di warung ini tempatnya nyaman, teduh, dan luas jadi nggak begitu panas. Ada dua jenis tempat di warung ini yang bisa dipilih yaitu duduk dengan kursi dan lesehan. Lotek yang lezat ini disajikan dengan porsi yang banyak, pasti kenyang deh kalo makan di warung ini.

keyogyakarta-Menghabiskan Malam di Angkringan Lik Man

Menghabiskan Malam di Angkringan Lik Man

Yogyakarta kental sekali dengan tempat makan uniknya yaitu angkringan. Angkringan kini telah menjamur di banyak kota lainnya di Pulau Jawa termasuk Jakarta. Nah, salah satu angkringan yang wajib dicicipi adalah warung angkringan Lik Man. Semua kalangan bisa bersantai disini dan berbincang akrab sambil menyantap nikmatnya menu angkringan. Menu makanan yang ditawarkan warung angkringan juga terbilang murah lho.

keyogyakarta-Sop Pak Min Maknyuss-1

Sop Pak Min Maknyuss!

Sop Pak Min Klaten sudah berdiri setengah abad silam dengan kualitas citarasa yang terjaga. Awalnya Pak Min membuka warung pertamanya di Kota Klatenyang sampai saat ini menjadi paten sop ayamnya.  Berbagai macam jenis sop ayam campur dan pisah mulai bagian dada, leher, kepala, sayap, kulit, brutu, ati ampela, ceker dan ampela. Harganya pun bervariasi kisaran harga Rp 8.000 sampai Rp 15.000.

keyogyakarta-Lezatnya Sejarah Bakpia Pathok-head

Lezatnya Sejarah Bakpia Pathok

Rasanya setiap berkunjung ke Yogyakarta wajib membeli Bakpia Pathuk untuk oleh-oleh khas dari Yogyakarta. Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Tiongkok dengan nama aslinya Tou Luk Pia yang artinya Kue Pia Kacang Hijau lalu mengalami akulturasi dengan budaya Jawa bahkan menjadi makanan khas Yogyakarta. Berkat ketekunan Liem Yung Yen yang mendirikan Bakpia 75 di kampung Pathuk sebelah barat kawasan Pecinan Yogyakarta (Malioboro dan Gendekan). Awalnya pada 1948 bakpia ini dijual dari kampung ke kampung hingga Yung Yen melakukan inovasi pada isi bakpia menggunakan kacang hijau halus dibungkus besek tanpa label yang kini sudah menggunakan kemasan karton dengan label.

keyogyakarta-Lezatnya Sejarah Bakpia Pathok

Rasa bakpia Yung yen telah bercitarasa Jawa sehingga saat itu mudah digemari masyarakat. Tidak hanya Yung Yen yang terkenal dengan Bakpia Pathuknya, orang pribumi juga ikut memproduksi bakpia dan sangat terkenal pada tahun 70-an dengan nama Nitigurnito di daerah Taman Sari. Sayang bakpia Taman Sari tidak bertahan lama karena etos kerja orang Jawa tidak setekun orang Tionghoa.

Sementara bakpia di daerah Pathuk makin populer dan tumbuh banyak produsen bakpia di kawasan Pathuk dengan inovasi berbeda sampai saat ini. jika Kamu berkunjung ke Yogyakarta cukup bilang ke tukan becak maka Kamu akan langsung diantar ke Kampung Pathuk.

Merasakan Kerasnya Besi Dengan Menyantap Sate Klathak

Kalau mempunyai rencana untuk pergi ke Yogyakarta, jangan lupa untuk mampir ke Kota Bantul, karena disana terdapat kuliner yang memang hanya dapat ditemukan di daerah itu saja. Di sepanjang jalan utama kota Bantul kamu akan menemukan banyak warung makan bertuliskan Sate Klathak. Jenis sate apa sih itu? Nah, inilah jenis makanan yang “ngangeni”.

Cicipi Bakmi Shibitsu Dijamin Langsung Membisu

Bakmi yang bertempat di selatan Pojok Benteng Kulon ini memiliki cerita yang lebih dari sekedar bakmi. Wah, cerita apa? Ok. Begini ceritanya.