Berita Sensasi: Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta

berita sensasi-Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta

Perhelatan agung keluarga besar Keraton Yogyakarta tak pelak menjadi berita sensasi yang menyedot perhatian seluruh kalangan. Tak hanya di dalam negeri saja, perhelatan agung dalam rangka menikahkan putri bungsu dari Sultan Hamengku Buwono X itu juga menyita perhatian dunia luas. Upacara pernikahan terbesar dalam sejarah Keraton Yogyakarta itu selain sebagai prosesi sebuah pernikahan, juga menjadi tontonan bagaimana indahnya budaya adat Jawa khususnya di Kraton Yogyakarta.

Berita Sensasi: 12 Tahap Prosesi Pernikahan Putri Sultan

Sebagai sebuah kerajaan yang masih bertahan sampai sekarang, Keraton Yogyakarta masih menjunjung tinggi kebudayaan yang sudah turun temurun sejak jaman nenek moyang mereka. Tak ayal prosesi panjang untuk mempersatukan kedua mempelai tersebut ke atas pelaminan menjadi berita sensasi yang banyak mengundang perhatian. Dalam adat Keraton Yogyakarta, ada 12 prosesi yang harus dilewati sebelum melangsungkan ijab kabul. Banyaknya prosesi itu membuat acara dimulai jauh-jauh hari sebelum hari pernikahan.

berita sensasi-Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta

Prosesi yang pertama dimulai dari nyekar ke makam Panembahan Senopati. Prosesi tersebut dilakukan untuk mendoakan para leluhur agar diterima di sisi-Nya dan diampuni segala dosa-dosanya. Selanjutnya prosesi nyantri di Bangsa Ksatriyan dan Sekar Kedathon. Dalam prosesi ini calon mempelai pria dikenalkan tentang tata cara hidup di dalam Kraton Yogyakarta yang akan dipraktekkan nantinya. Siraman menjadi prosesi ketiga di mana calon mempelai dimandikan untuk mencusikan diri sebelum membuka lembaran hidup baru. Majang Pasareyan dan Bleketepi merupakan prosesi peletakan tarub (pisang, padi, kelapa dan palawija) yang diletakkan di sekitar lingkungan kraton. Dan bleketepe adalah anyaman daun kelapa yang dipasang di area pernikahan. Malam harinya prosesi tantingan dimulai. Dalam prosesi ini, sang putri ditanya langsung apakah benar-benar siap menerima calon suaminya. Selanjutnya ada prosesi midodareni dan paginya akad nikah. Setelah akad nikah ada prosesi panggih atau bertemunya kedua mempelai. Setelah itu ada prosesi tampa kaya dan damar klimah di mana mempelai pria diibaratkan akan mampu memberikan nafkah untuk sang putri.

Prosesi kesepuluh ada kirab di mana orang tua mengantarkan kedua mempelai ke pelaminan. Dilanjutkan dengan resepsi yang dimeriahkan oleh beberapa tarian adat. Dan prosesi panjang itu ditutup dengan pamitan. Itulah berita sensasi pernikahan agung Kraton Yogyakarta.

Dibaca 574 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUpon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *